Kepala Sekolah Baris dalam satu barisan dengan Dewan Guru yang lainya dan siswa siswi SDN BLUKBUK 1” Dengan Tertibnya bersalaman.
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Senin, 23 Juli 2018
Menyambut Ajaran Baru Dengan Semangat Baru
MENYAMBUT AJARAN BARU TAHUN 2018
Dengan Semangat Baru Demi Terciptanya Sekolah Yang diharapkan
Dipagi hari yang Cerah menyuguhkan pemandangan ramai oleh orangtua yang mengantar buah hatinya, masuk sekolah
Senin, 23 Juli 2018 siswa-siswi kelas 1 datang kesekolah bersama orang tua mereka dengan wajah yang penuh semangat.
Mereka disambut oleh Bapak Suanda.S.Pd Kepala Sekolah SD Negeri Blukbuk 1 dan Para Dewan Guru yang lainya.
Acara penyambutan dimulai dengan upacara pembukaan di lapangan Sekolah yang dibuka langsung oleh Kepala Sekolah
sekaligus memperkenalkan diri dan nama-nama wali kelas dan Pendamping serta guru yang mengajar di kelas 1. Dan kelas lainya.
Dalam Sambutanya Beliau menyampaikan Kepada seluruh Peserta Upacara Baik Siswa maupun Dewan Guru juga dihadiri para wali murid”
Hari ini mungkin hari baru dengan suasana yang baru di sertai ada sedikit yang berbeda.
Tentu kalian sudah paham bahwa hari ini terlihat wajah-wajah baru di depan kalian yaitu kelas satu dengan seragam barunya dan terlihat rapih. Tapi Baru bukan alasan utama, yang utama itu kerapihanya
" Tutur Kepala Sekolah”
khususnya bagi kalian yang sekarang kelas dua kelas tiga empat lima dan enam. Di depan kita ada kelas satu. Untuk kalian semua kelas satu, bapak ucapkan selamat datang kepada kalian semua.
Semoga kalian memiliki semangat belajar yang sungguh-sungguh di sekolah ini. Dan semoga kehadiran kalian mampu mengantarkan sekolah, memiliki kemampuan bersaing dengan sekolah lain, menjadi sekolah terbaik dalam pandangan masyarakat. Dan kalianlah yang menentukan semua ini. Ucap Kepala Sekolah Bpk Suanda. S.Pd dalam sambutanya.
Akhir dari sambutanya dilanjut dengan acara Bersalaman.
Yang dilakukan Selepas Upacara Penutup
Karna ini adalah salah satu tradisi Sekolah SDN BLUKBUK 1 yang diterapkan Bpk Suanda. S.Pd Selaku Kepala SD Negeri Blukbuk 1.
Tentu dengan alasan yang kuat yaitu Dengan Tujuan Agar Terjaganya ikatan Tali Silaturahmi kita, baik sesama siswa maupun dengan Dewan Guru terlebih menanamkan Akhlaq yang mulia untuk siswa dalam kehidupan sehari - harinya
Kepala Sekolah Baris dalam satu barisan dengan Dewan Guru yang lainya dan siswa siswi SDN BLUKBUK 1” Dengan Tertibnya bersalaman.
Sungguh Pemandangan yang indah untuk dilihat.
Nah'' Itulah sahabat apa disampaikan Bpk Suanda. S.Pd Kepala Sekolah SD Negeri Blukbuk 1. Kita jadikan sebagai motivasi diri kita
Peliharalah semangat agar terus berkobar, dan jadikan tahun ajaran baru ini sebagai titik awal untuk menanjak ke tangga lebih tinggi.
Semoga apa yang baru saja sahabat simak memberikan manfaat buat sahabat semua. Mohon maaf bila ada kata-kata yang tidak berkenan.
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Salam Jurnalis.Net. Miecko Harmoko
Selasa, 17 Juli 2018
Menyambut Siswa Baru Kelas I SD Negeri Blukbuk 1 di Hari Pertama Masuk Sekolah
Menyambut Siswa Baru Kelas I SD Negeri Blukbuk 1 di Hari Pertama Masuk Sekolah
Akan memberikan kesan positif atau negatif bagi siswa terhadap kelas yang diikutinya.
Akan memberikan kesan positif atau negatif bagi siswa terhadap kelas yang diikutinya.
Jika kesannya positif, maka akan membawa pengaruh positif pula bagi siswa pada hari-hari berikutnya. Begitu pula, jika kesan pertama itu negatif, maka para siswa pun akan memandang nagatif pada kelasnya.
Salah Satu Dewan Guru SD Negeri Blukbuk 1, DINDA HAMIDAH Mempunyai Cara Sendiri Dalam Menyambut Siswa baru
DINDA HAMIDAH menyampaikan“ di hari pertama masuk sekolah” bagaimana caranya agar kita buat agar siswa merasa gembira, nyaman, bergairah di kelas itu. Tentunya dengan peran gurunya yang menyambut dengan penuh antusias, maka mereka akan senang berada di kelas itu.
Sebaliknya, jika hari-hari pertama itu siswa mendapatkan kesan yang negatif, gurunya cuek, teman-temannya tidak bersahabat, suasana lingkungan belajarnya juga tidak menyenangkan, maka kesan yang negatif tersebut akan berdampak negatif pada kehidupan siswa di kelas itu pada hari-hari berikutnya. Sebab itu hari-hari pertama masuk sekolah perlu disiapkan dengan baik.
Beliaupun memberikan Kesempatan pada siswa baru, Untuk maju kedepan satu persatu dan memperkenalkan namanya masing masing" dengan Tujuan membangkitkan kepercayaan diri Terutama Agar Mereka Berani.
Ibu Alipah pun melakukan hal sama, Ibu Alipah adalah Wali Kelas 2 SD Negeri Blukbuk 1, beliau memberikan Pertanyaan yang akrab agar siswa merasa nyaman dan senang karna dengan Perantian Wali kelas biasanya siswa merasa takut dan Canggung, maka itu Ibu Alipah punya cara tersendiri. Agar Siswa Tersebut tidak seperti apa yang mereka Pikirkan
Suasana seperti ini sangat menyenangkan bagi siswa. Setelah itu guru menyambut mereka dengan kata-kata yang bijak dan membangkitkan semangat, penuh keibuan. Ke akraban
Mereka adalah anak-anak kita, yang sangat memerlukan perhatian kita. Sambut mereka dengan bangga, dengan suka cita, sehingga anak-anak pun merasa senang, nyaman, dan merasa bangga akan dirinya, bahwa mereka disambut dengan begitu antusias oleh gurunya.
Jurnalis. Net. Miecko Harmoko
Acara Halal Bihalal SD Negeri BLUKBUK 1
Tradisi Acara halal bihalal yang
diselenggarakan di lapangan SDN BLUKBUK 1
Libur telah usai, aktivitas belajar mengajar pun kembali
digelar.
Namun hari ini terasa berbeda bagi siswa baru. Mereka juga tampak
didampingi oleh orang tua yang memadati halaman sekolah.
Hari pertama masuk sekolah, setelah libur Hari Raya Idul
Fitri, SD N Blukbuk 1 mengadakan acara Halal Bihalal. Halal bihalal merupakan
tradisi di lingkungan SD N Blukbuk 1, yang dilakukan sesudah hari lebaran antar
guru, dan seluruh siswa-siswi. Begitupun kami mengajak Para Wali Murid Untuk
mengikuti halal bihalal agar terciptanya Ke akraban Kerukunan antara sesama
Disamping itu kami juga Para Dewan guru memperkenalkan diri
masing masing Dalam menyambut Siswa baru
Dengan Tujuan
Pertama, khususnya pada hari pertama, kami memberikan kesan
yang menyenangkan bagi seluruh siswa, sehingga mereka memiliki perasaan positif
terhadap sekolahnya.
Kedua, kami mengajak mereka bisa saling menghormati, saling
menghargai, mengajak mereka agar bisa menjalin kekompakan di kelas itu,
menjalin kebersamaan, sehingga masing-masing individu akan merasa nyaman di
kelasnya.
Ketiga, kami memperkenalkan juga pada lingkungan kelas,
aturan-aturan yang akan diikuti oleh siswa, bagaimana mereka nanti akan belajar
di kelas itu dengan suasana yang tetap menyenangkan dan gembira.
Kegiatan ini tentu saja menjadi tradisi tahunan yang unik
dan tetap dipertahankan serta dilestarikan. Ini adalah refleksi ajaran islam
yang menekankan sikap persaudaraan, persatuan dan saling berbagi kasih sayang
di bulan syawal .
Dalam kenyataannya perjalanan hidup manusia selalu tidak
bisa luput dari dosa. Dosa yang paling sering dilakukan adalah kesalahan
terhadap sesama teman dan guru dikelas. Seperti : iri hati, saling becanda dan
menyakiti teman saat bermain. Halal bihalal merupakan peristiwa penting untuk
saling memaafkan baik perkataan dan perbuatan.
Dalam kaca mata islam, halal bihalal bertujuan untuk
menghormati sesama teman dalam bingkai silaturahmi. Halal bihalal dilihat dari
sisi silaturahmi dapat menjadi perantara untuk memperluas rezeki dan
memperpanjang umur sebagaimana sebuah hadis dari Abu Hurairah ra ia berkata
bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : “Barangsiapa yang ingin diluaskan
rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah bersilaturahmi.
Acara halal bihalal yang diselenggarakan di lapangan SDN
BLUKBUK 1 ini berlangsung dengan sangat hikmat.
Jurnalis.Net. Miecko Harmoko.
Sabtu, 25 November 2017
Guru dan Ratusan Siswa SD Negri Blukbuk 1 adakan Upacara dalam rangka memperingati Hari Guru 2017 dan HUT PGRI ke-72
Upacara dalam rangka memperingati Hari Guru 2017 dan HUT PGRI ke-72 pada hari Sebtu, 25 November 2017 digelar di halaman SDN BLUKBUK 1 Kronjo - Tangerang
Sejak pukul 08.00WIB. Semua siswa berbaris rapi mengikuti jalannya upacara yang spesial karena berbeda dengan biasanya yang petugasnya siswa dari perwakilan masing-masing kelas. Di hari besar guru ini semua petugasnya bapak dan ibu guru SDN BLUKBUK 1
Ibu Fakriyah dengan melangkahkan Hentakan Langkah Kakinya Yang memimpin
Upacara Dengan Khas Suara Lentangnya Menyiapkan Seluruh Barisan Peserta Upacara
dengan Tegap, Ibu Dinda Hamidah selaku pembawa upacara membacakan susunan
upacara dengan tegas dan jelas, hingga pengibaran bendera sukses diiringi lagu
Indonesia Raya yang dilantunkan Tim Padus (semua bapak dan ibu guru lainnya)
dengan diligent Ibu Titin Retno Ningrum.
Amanat upacara yang disampaikan Dewan Guru, Bapak Ahmad Farid
sangat runtut dan jelas.
Dalam
sambutannya, ditegaskan bahwa “. Guru sekarang berbeda karena kondisinya lebih
baik dan tuntutannya lebih berat. Dengan jabatan guru profesional, guru masa
kini harus terus menggali ilmu, agar dapat membimbing, mengajak, dan
menghantarkan siswanya hingga memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap
yang baik. Output harus dapat berguna di dunia nyata”. Sekarang ini, sikap
lebih diprioritaskan dalam proses pembelajaran karena Indonesia tidak butuh
generasi cerdas tapi tidak beretika. Yang dibutuhkan adalah generasi yang
berkarakter dan cerdas sebagai penerus pembangunan bangsa.
Beliau juga menyayangkan, anak-anak Indonesia itu pintar menjawab soal-soal
yang sifatnya hafalan tapi saat diterjunkan di dunia nyata tidak bisa berbuat
apa-apa. Di sinilah perbedaan antara pendidikan di Indonesia dengan
negara-negara lain yang lebih maju. Padahal ke depan siswa ditutut mampu
menjawab tantangan zaman yang masuk era globalisasi yang sangat kompetitif.
Untuk itu, di peringatan hari guru ini beliau menghimbau pada bapak dan ibu
guru agar mempunyai semangat untuk meningkatkan dirinya lebih berkualitas dan
profesional.
Pertama mulai dengan mencintai diri sendiri (profesi guru) yang
selanjutnya akan berimbas pada kecintaan pada siswanya dan orang lain. Kedua,
guru dihimbau bekerja dengan ikhlas sehingga tugas-tugas pokok (menyiapkan
administrasi dan materi, mengajar, mengevaluasi dan mendidik) dapat maksimal
hingga meraih prestasi. Ketiga, guru agar menjadi pelayan dan teladan bagi
siswa-siswinya.Karena suksesnya pendidikan pada keteladanan dan pelayanan yang
prima. Sedangkan tugas siswa adalah menempa diri memiliki karakter yang baik,
berilmu dan mengasah keterampilan apa pun. Karena tanpa ilmu dan keterampilan
di dunia nyata tidak bisa berguna. Di akhir sambutannya, Bapak Ahmad Farid berharap agar peringatan Hari Guru 2017 ini
menjadi momentum untuk menjadi guru dan siswa berprestasi.
Di akhir rangkaian upacara, Kesyaduan pun menyeruak kala upacara
dibubarkan dan bapak ibu guru mulai meninggalkan halaman. Spontan siswa-siswi
Menghampiri Dewan Guru bersalaman keseluruh dewan Guru….
Kesuksesan upacara kali ini juga atas peran serta Bapak Suanda. S.Pd
Selaku Kepala Sekolah SD Negeri Blukbuk 1, Yang selalu memberikan Motivasi dan Apresiasi Kepada Para Dewan Guru SD Negeri Blukbuk 1 Khususnya. Beliau juga menyarankan Kepada Seluruh Dewan Guru Agar kita Senantiasa Selalu menjadi Guru yang Berkarakter dan Profesional
kedisiplinan, dan kerja keras Dewan Guru tampil baik sebagai
petugas upacara, semoga menjadi teladan nyata bagi siswa yang akan bertugas
pada upacara-upacara berikutnya. Amin.
Dirgahayu Guru Indonesia! (micko, jurnalistik Net.Laskar Pelangi
SD Negeri Blukbuk 1).
Menjadi guru bukanlah pengorbanan. Menjadi guru adalah sebuah kehormatan. Ibu dan Bapak Guru telah memilih jalan terhormat, memilih hadir bersama anak-anak kita, bersama para pemilik masa depan Indonesia. Ibu dan Bapak Guru telah mewakili kita semua menyiapkan masa depan Indonesia.
Potret Indonesia hari ini adalah potret hasil dunia pendidikan di masa lalu. Potret dunia pendidikan hari ini adalah potret Indonesia masa depan. Jadikan rumah kita dan sekolah kita menjadi zona berkarakter mulia. Izinkan anak-anak kita merasakan rumah yang membawa nilai kejujuran. Izinkan anak-anak kita merasakan sekolah yang guru-gurunya adalah teladan. Biarkan anak-anak kita mengingat Kepala Sekolahnya dan seluruh Tenaga Kependidikan di sekolahnya sebagai figur-figur bersih dan terpuji karakternya.
Karakter memang tidak cukup diajarkan melalui lisan dan tulisan. Karakter diajarkan melalui teladan. Oleh karena itu, Ibu dan Bapak Guru yang saya muliakan, jadilah figur-figur yang diteladani oleh murid-murid dan lingkungannya.
Akhirnya, marilah kita maknai hari guru ini sebagai momen untuk bangkit, untuk bangun dan berubah menjadi sosok guru yang benar-benar sesuai harapan siswa. Kita pasti bisa, kalau kita mau. Yang dibutuhkan adalah berpikir positif, berkata positif, bersikap positif dan bertindak positif. Jangan apriori, jangan berprasangka dan berkesimpulan negatif. Lakukan saja yang terbaik yang bisa dilakukan. Banyak harapan siswa yang digantungkan pada kita, guru. Dorong, bimbing, rangkul dan ajak siswa untuk maju dan senanntiasa memberi motivasi - semangat untuk meraih masa depan mereka, masa depan keluarga mereka, masa depan masyarakat mereka, masa depan negara mereka .... Indonesia. Selamat bekerja, selamat berkarya, semoga sukses selalu.
Terimakasih Sudah Berkunjung di Situs Micko Channel. sdnblukbuk1.blogspot.com
Semoga Bermanfaat
Senin, 11 September 2017
Ratusan Siswa SDN BLUKBUK 1 Gelar Aksi Peduli Rohingya dan Do’a Bersama
Kronjo -Ratusan siswa SDN BLUKBUK 1 Kecamatan Kronjo
menggelar aksi peduli muslim Rohingya, Senin (11/9) pada pukul 08.00 usai
upacara bendera. Aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian akan tragedi
kemanusiaan hingga mengakibatkan banyak umat muslim Rohingya yang ada di Myanmar meninggal dunia
dengan ini Ratusan Siswa SDN BLUKBUK 1 menggelarposter.
Sebagai Aksi Kepedulian mereka terhadap Saudaranya Rohingya
Salah Satu Dewan Guru MICKO
HARMOKO, S.Pd.I mengatakan,
sebagai bentuk peduli terhadap muslim Rohingya,
anak-anak SDN BLUKBUK 1 melakukan aksi dan doa bersama yang dilaksanakan di
halaman sekolah. PEDULI Ratusan Siswa SDN BLUKBUK 1 menggelar aksi peduli muslim
Rohingya, Senin . “Aksi digelar singkat dengan doa bersama yang diikuti oleh
guru dan siswa. Kegiatan berjalan dengan lancar. Kegiatan dilaksanakan usai
upacara bendera hari Senin,” Yang dipimpin Dewan Guru SDN BLUKBUK 1
AHMAD FARID, S.Pd.SD
ujarnya.
Menurut dia, aksi peduli Rohingya tersebut untuk melatih kepedulian
dan kepekaan sosial siswa terhadap tragedi kemanusiaan di Myanmar. Sebab
pertikaian yang menyebabkan umat muslim terdesak itu bertentangan dengan sila
kedua Pancasila yakni Kemanusiaan yang adil dan beradab, Undang Undang Dasar
1945. “
Kami juga menyisipkan pesan edukasi yaitu terkait tindakan
yang bertentangan dengan Pancasila. Dan aksi tersebut mengajak siswa berdoa
untuk keselamatan para muslim Rohingya supaya diberi ketabahan, kesabaran dan
keselamatan,”jelasnya.
Salah satu Guru Perempuan
DINDA HAMIDAH,
S.Pd.SD, mengaku turut prihatin dengan kejadian yang dialami muslim Rohingya.
Sebab banyak anak-anak yang juga menjadi korban. sehingga tidak melanjutkan
sekolah.
Kehilangan sanak keluarganya, Apakah kita hanya bisa diam dan melihat Tangisan Mereka
dan Aksi ini adalah sebagai Bentuk Kepedulian kita kepada Mereka, Save Saudaraku Untuk ROHINGYA.... Allahu Akbar !!!! Allahu Akbar Allahu Akbar!!!
Rabu, 10 Februari 2016
Pengertian Promes dan Prota
1. PROGRAM SEMESTER
Program Semester adalah satuan waktu yang digunakan untuk penyelenggaraan
program pendidikan. Kegiatan yang dilaksanakan untuk penyelenggaraan
program pendidikan. Kegiatan yang dilaksanakan dalam semester itu ialah
kegiatan tatap muka, pratikum, keraja lapangan, mid semester, ujian
semester dan berbagai kegiatan lainya yang diberi penilaian
keberhasilan. Satu semester terdiri dari 19 minggu kerja termasuk
penyelenggaraan tatap muka, mid semester dan ujian semester.
Dalam program pendidikan semester dipakai satuan waktu terkecil,
yaitu satuan semester untuk menyatakan lamanya satu program pendidikan.
Masing-masing program semester sifatnya lengkap dan merupakan satu
kebulatan dan berdiri sendiri. Pada setiap akhir semester segenap bahan
kegiatan program semester yang disajikan harus sudah selesai
dilaksanakan dan mahasiswa yang mengambil program tersebut sudah dapat
ditentukan lulus atau tidak.
Program semester adalah program yang berisikan garis-garis besar
mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester
tersebut. Program semester merupakan penjabaran dari program tahunan.
Isi dari program semester adalah tentang bulan, pokok bahasan yang hendak disampaikan, waktu yang direncanakan, dan keterangan-keterangan.
2. PROGRAM TAHUNAN
Program tahunan adalah rencana penetapan alokasi waktu satu tahun
untuk mencapai tujuan (SK dan KD) yang telah ditetapkan. Penetapan
alokasi waktu diperlukan agar seluruh kompetensi dasar yang ada dalam
kurikulum seluruhnya dapat dicapai oleh siswa. Penentuan alokasi waktu
ditentukan pada jumlah jam pelajaran sesuai dengan struktur kurikulum
yang berlaku serta keluasan materi yang harus dikuasai oleh siswa
Program Tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk
setiap kelas, berisi tentang garis-garis besar yang hendak dicapai dalam
satu tahun dan dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan
program ini perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru sebelum tahun
pelajaran dimulai ,karena merupakan pedoman bagi pengembangan
program-progran berikutnya, yakni program semester, mingguan dan harian
serta pembuatan silabus dan sistem penilaian komponen-komponen program
tahunan meliputi identifikasi(satuan pendidikan,mata pelajaran, tahun
pelajaran) standart kompetensi , kompetensi dasar , alokasi waktu dan
keterangan.
Program Tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk
setiap kelas yang dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang
bersangkutan program ini telah dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru
mata pelajaran sebelum tahun ajaran karena merupakan pedoman bagi
pengembangan program-program berikutnya.
Program tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk
setiap kelas, yang dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang
bersangkutan sebagai pedoman bagi pengembangan program-program
selanjutnya, seperti program semester, program mingguan, dan program
harian atau program pembelajaran setiap pokok bahasan
Program tahunan memuat penjabaran alokasi waktu tiap-tiap standar
kompetensi dan kompetensi dasar untuk tiap semester dan tiap kelas
selama satu tahun pelajaran. Program tahunan selanjutnya dijabarkan
secara rinci pada program semester. Program tahunan dipersiapkan dan
dikembangkan oleh guru sebelum tahun pelajaran dimulai, karena merupakan
pedoman bagi pengembangan program-program berikutnya. Program tahunan
merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas, rang
dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan
Selasa, 09 Februari 2016
Pengertian, Fungsi, dan Mekanisme Penetapan KKM
Pengertian, Fungsi, dan Mekanisme Penetapan KKM
A. Pengertian Kriteria Ketuntasan Minimal
Salah satu prinsip penilaian pada kurikulum berbasis kompetensi adalah menggunakan acuan kriteria, yakni menggunakan kriteria tertentu dalam menentukan kelulusan peserta didik. Kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan dinamakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) harus ditetapkan sebelum awal tahun ajaran dimulai. Seberapapun besarnya jumlah peserta didik yang melampaui batas ketuntasan minimal, tidak mengubah keputusan pendidik dalam menyatakan lulus dan tidak lulus pembelajaran. Acuan kriteria tidak diubah secara serta merta karena hasil empirik penilaian. Pada acuan norma, kurva normal sering digunakan untuk menentukan ketuntasan belajar peserta didik jika diperoleh hasil rata-rata kurang memuaskan. Nilai akhir sering dikonversi dari kurva normal untuk mendapatkan sejumlah peserta didik yang melebihi nilai 6,0 sesuai proporsi kurva. Acuan kriteria mengharuskan pendidik untuk melakukan tindakan yang tepat terhadap hasil penilaian, yaitu memberikan layanan remedial bagi yang belum tuntas dan atau layanan pengayaan bagi yang sudah melampaui kriteria ketuntasan minimal.
Kriteria ketuntasan minimal ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran di satuan pendidikan atau beberapa satuan pendidikan yang memiliki karakteristik yang hampir sama. Pertimbangan pendidik atau forum MGMP secara akademis menjadi pertimbangan utama penetapan KKM.
Kriteria ketuntasan menunjukkan persentase tingkat pencapaian kompetensi sehingga dinyatakan dengan angka maksimal 100 (seratus). Angka maksimal 100 merupakan kriteria ketuntasan ideal. Target ketuntasan secara nasional diharapkan mencapai minimal 75. Satuan pendidikan dapat memulai dari kriteria ketuntasan minimal di bawah target nasional kemudian ditingkatkan secara bertahap.
Kriteria ketuntasan minimal menjadi acuan bersama pendidik, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Oleh karena itu pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penilaian di sekolah berhak untuk mengetahuinya. Satuan pendidikan perlu melakukan sosialisasi agar informasi dapat diakses dengan mudah oleh peserta didik dan atau orang tuanya. Kriteria ketuntasan minimal harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB) sebagai acuan dalam menyikapi hasil belajar peserta didik.
B. Fungsi Kriteria Ketuntasan Minimal
Fungsi kriteria ketuntasan minimal:
sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai kompetensi dasar mata pelajaran yang diikuti. Setiap kompetensi dasardapat diketahui ketercapaiannya berdasarkan KKM yang ditetapkan.Pendidik harus memberikan respon yang tepat terhadap pencapaian kompetensi dasar dalam bentuk pemberian layanan remedial atau layananpengayaan;
dapat digunakan sebagai bagian dari komponen dalam melakukan evaluasi program pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Evaluasiketerlaksanaan dan hasil program kurikulum dapat dilihat dari keberhasilan pencapaian KKM sebagai tolok ukur. Oleh karena itu hasil pencapaian KD berdasarkan KKM yang ditetapkan perlu dianalisis untuk mendapatkan informasi tentang peta KD-KD tiap mata pelajaran yang mudah atau sulit, dan cara perbaikan dalam proses pembelajaran maupun pemenuhan sarana prasarana belajar di sekolah;
merupakan kontrak pedagogik antara pendidik dengan peserta didik dan antara satuan pendidikan dengan masyarakat. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan upaya yang harus dilakukan bersama antara pendidik, peserta didik, pimpinan satuan pendidikan, dan orang tua. Pendidik melakukan upaya pencapaian KKM dengan memaksimalkan proses pembelajaran dan penilaian. Peserta didik melakukan upaya pencapaian KKM dengan proaktif mengikuti kegiatan pembelajaran serta mengerjakan tugas-tugas yang telah didesain pendidik. Orang tua dapat membantu dengan memberikan motivasi dan dukungan penuh bagi putra-putrinya dalam mengikuti pembelajaran. Sedangkan pimpinan satuan pendidikan berupaya memaksimalkan pemenuhan kebutuhan untuk mendukung terlaksananya proses pembelajaran dan penilaian di sekolah;
merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiapmata pelajaran. Satuan pendidikan harus berupaya semaksimal mungkin untuk melampaui KKM yang ditetapkan. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan salah satu tolok ukur kinerja satuan pendidikan dalam menyelenggarakan program pendidikan. Satuan pendidikan dengan KKM yang tinggi dan dilaksanakan secara bertanggung jawab dapat menjadi tolok ukur kualitas mutu pendidikan bagi masyarakat.
C. Prinsip Penetapan KKM
Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal perlu mempertimbangkan beberapa ketentuan sebagai berikut:
Penetapan KKM merupakan kegiatan pengambilan keputusan yang dapat dilakukan melalui metode kualitatif dan atau kuantitatif. Metode kualitatif dapat dilakukan melalui professional judgement oleh pendidik dengan mempertimbangkan kemampuan akademik dan pengalaman pendidik mengajar mata pelajaran di sekolahnya. Sedangkan metode kuantitatif dilakukan dengan rentang angka yang disepakati sesuai dengan penetapan kriteria yang ditentukan;
Penetapan nilai kriteria ketuntasan minimal dilakukan melalui analisis ketuntasan belajar minimal pada setiap indikator dengan memperhatikan kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik untuk mencapai ketuntasan kompetensi dasar dan standar kompetensi
Kriteria ketuntasan minimal setiap Kompetensi Dasar (KD) merupakan rata-rata dari indikator yang terdapat dalam Kompetensi Dasar tersebut. Peserta didik dinyatakan telah mencapai ketuntasan belajar untuk KD tertentu apabila yang bersangkutan telah mencapai ketuntasan belajar minimal yang telah ditetapkan untuk seluruh indikator pada KD tersebut;
Kriteria ketuntasan minimal setiap Standar Kompetensi (SK) merupakan rata-rata KKM Kompetensi Dasar (KD) yang terdapat dalam SK tersebut;
Kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran merupakan rata-rata dari semua KKM-SK yang terdapat dalam satu semester atau satu tahun pembelajaran, dan dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB/Rapor)peserta didik;
Indikator merupakan acuan/rujukan bagi pendidik untuk membuat soal-soal ulangan, baik Ulangan Harian (UH), Ulangan Tengah Semester (UTS) maupun Ulangan Akhir Semester (UAS). Soal ulangan ataupun tugas-tugasharus mampu mencerminkan/menampilkan pencapaian indikator yang diujikan. Dengan demikian pendidik tidak perlu melakukan pembobotan seluruh hasil ulangan, karena semuanya memiliki hasil yang setara; Pada setiap indikator atau kompetensi dasar dimungkinkan adanya perbedaan nilai ketuntasan minimal.
D. Langkah-Langkah Penetapan KKM
Penetapan KKM dilakukan oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran. Langkah penetapan KKM adalah sebagai berikut:
Guru atau kelompok guru menetapkan KKM mata pelajaran dengan mempertimbangkan tiga aspek kriteria, yaitu kompleksitas. Hasil penetapan KKM indikator berlanjut pada KD, SK hingga KKM mata pelajaran Hasil penetapan KKM oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran disahkan oleh kepala sekolah untuk dijadikan patokan guru dalam melakukan penilaian;
A. Pengertian Kriteria Ketuntasan Minimal
Salah satu prinsip penilaian pada kurikulum berbasis kompetensi adalah menggunakan acuan kriteria, yakni menggunakan kriteria tertentu dalam menentukan kelulusan peserta didik. Kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan dinamakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) harus ditetapkan sebelum awal tahun ajaran dimulai. Seberapapun besarnya jumlah peserta didik yang melampaui batas ketuntasan minimal, tidak mengubah keputusan pendidik dalam menyatakan lulus dan tidak lulus pembelajaran. Acuan kriteria tidak diubah secara serta merta karena hasil empirik penilaian. Pada acuan norma, kurva normal sering digunakan untuk menentukan ketuntasan belajar peserta didik jika diperoleh hasil rata-rata kurang memuaskan. Nilai akhir sering dikonversi dari kurva normal untuk mendapatkan sejumlah peserta didik yang melebihi nilai 6,0 sesuai proporsi kurva. Acuan kriteria mengharuskan pendidik untuk melakukan tindakan yang tepat terhadap hasil penilaian, yaitu memberikan layanan remedial bagi yang belum tuntas dan atau layanan pengayaan bagi yang sudah melampaui kriteria ketuntasan minimal.
Kriteria ketuntasan minimal ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran di satuan pendidikan atau beberapa satuan pendidikan yang memiliki karakteristik yang hampir sama. Pertimbangan pendidik atau forum MGMP secara akademis menjadi pertimbangan utama penetapan KKM.
Kriteria ketuntasan menunjukkan persentase tingkat pencapaian kompetensi sehingga dinyatakan dengan angka maksimal 100 (seratus). Angka maksimal 100 merupakan kriteria ketuntasan ideal. Target ketuntasan secara nasional diharapkan mencapai minimal 75. Satuan pendidikan dapat memulai dari kriteria ketuntasan minimal di bawah target nasional kemudian ditingkatkan secara bertahap.
Kriteria ketuntasan minimal menjadi acuan bersama pendidik, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Oleh karena itu pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penilaian di sekolah berhak untuk mengetahuinya. Satuan pendidikan perlu melakukan sosialisasi agar informasi dapat diakses dengan mudah oleh peserta didik dan atau orang tuanya. Kriteria ketuntasan minimal harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB) sebagai acuan dalam menyikapi hasil belajar peserta didik.
B. Fungsi Kriteria Ketuntasan Minimal
Fungsi kriteria ketuntasan minimal:
sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai kompetensi dasar mata pelajaran yang diikuti. Setiap kompetensi dasardapat diketahui ketercapaiannya berdasarkan KKM yang ditetapkan.Pendidik harus memberikan respon yang tepat terhadap pencapaian kompetensi dasar dalam bentuk pemberian layanan remedial atau layananpengayaan;
sebagai acuan bagi peserta didik dalam menyiapkan diri mengikuti penilaianmata pelajaran. Setiap kompetensi dasar (KD) dan indikator ditetapkan KKMyang harus dicapai dan dikuasai oleh peserta didik. Peserta didik diharapkandapat mempersiapkan diri dalam mengikuti penilaian agar mencapai nilaimelebihi KKM. Apabila hal tersebut tidak bisa dicapai, peserta didik harus mengetahui KD-KD yang belum tuntas dan perlu perbaikan;
dapat digunakan sebagai bagian dari komponen dalam melakukan evaluasi program pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Evaluasiketerlaksanaan dan hasil program kurikulum dapat dilihat dari keberhasilan pencapaian KKM sebagai tolok ukur. Oleh karena itu hasil pencapaian KD berdasarkan KKM yang ditetapkan perlu dianalisis untuk mendapatkan informasi tentang peta KD-KD tiap mata pelajaran yang mudah atau sulit, dan cara perbaikan dalam proses pembelajaran maupun pemenuhan sarana prasarana belajar di sekolah;
merupakan kontrak pedagogik antara pendidik dengan peserta didik dan antara satuan pendidikan dengan masyarakat. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan upaya yang harus dilakukan bersama antara pendidik, peserta didik, pimpinan satuan pendidikan, dan orang tua. Pendidik melakukan upaya pencapaian KKM dengan memaksimalkan proses pembelajaran dan penilaian. Peserta didik melakukan upaya pencapaian KKM dengan proaktif mengikuti kegiatan pembelajaran serta mengerjakan tugas-tugas yang telah didesain pendidik. Orang tua dapat membantu dengan memberikan motivasi dan dukungan penuh bagi putra-putrinya dalam mengikuti pembelajaran. Sedangkan pimpinan satuan pendidikan berupaya memaksimalkan pemenuhan kebutuhan untuk mendukung terlaksananya proses pembelajaran dan penilaian di sekolah;
merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiapmata pelajaran. Satuan pendidikan harus berupaya semaksimal mungkin untuk melampaui KKM yang ditetapkan. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan salah satu tolok ukur kinerja satuan pendidikan dalam menyelenggarakan program pendidikan. Satuan pendidikan dengan KKM yang tinggi dan dilaksanakan secara bertanggung jawab dapat menjadi tolok ukur kualitas mutu pendidikan bagi masyarakat.
C. Prinsip Penetapan KKM
Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal perlu mempertimbangkan beberapa ketentuan sebagai berikut:
Penetapan KKM merupakan kegiatan pengambilan keputusan yang dapat dilakukan melalui metode kualitatif dan atau kuantitatif. Metode kualitatif dapat dilakukan melalui professional judgement oleh pendidik dengan mempertimbangkan kemampuan akademik dan pengalaman pendidik mengajar mata pelajaran di sekolahnya. Sedangkan metode kuantitatif dilakukan dengan rentang angka yang disepakati sesuai dengan penetapan kriteria yang ditentukan;
Penetapan nilai kriteria ketuntasan minimal dilakukan melalui analisis ketuntasan belajar minimal pada setiap indikator dengan memperhatikan kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik untuk mencapai ketuntasan kompetensi dasar dan standar kompetensi
Kriteria ketuntasan minimal setiap Kompetensi Dasar (KD) merupakan rata-rata dari indikator yang terdapat dalam Kompetensi Dasar tersebut. Peserta didik dinyatakan telah mencapai ketuntasan belajar untuk KD tertentu apabila yang bersangkutan telah mencapai ketuntasan belajar minimal yang telah ditetapkan untuk seluruh indikator pada KD tersebut;
Kriteria ketuntasan minimal setiap Standar Kompetensi (SK) merupakan rata-rata KKM Kompetensi Dasar (KD) yang terdapat dalam SK tersebut;
Kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran merupakan rata-rata dari semua KKM-SK yang terdapat dalam satu semester atau satu tahun pembelajaran, dan dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB/Rapor)peserta didik;
Indikator merupakan acuan/rujukan bagi pendidik untuk membuat soal-soal ulangan, baik Ulangan Harian (UH), Ulangan Tengah Semester (UTS) maupun Ulangan Akhir Semester (UAS). Soal ulangan ataupun tugas-tugasharus mampu mencerminkan/menampilkan pencapaian indikator yang diujikan. Dengan demikian pendidik tidak perlu melakukan pembobotan seluruh hasil ulangan, karena semuanya memiliki hasil yang setara; Pada setiap indikator atau kompetensi dasar dimungkinkan adanya perbedaan nilai ketuntasan minimal.
D. Langkah-Langkah Penetapan KKM
Penetapan KKM dilakukan oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran. Langkah penetapan KKM adalah sebagai berikut:
Guru atau kelompok guru menetapkan KKM mata pelajaran dengan mempertimbangkan tiga aspek kriteria, yaitu kompleksitas. Hasil penetapan KKM indikator berlanjut pada KD, SK hingga KKM mata pelajaran Hasil penetapan KKM oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran disahkan oleh kepala sekolah untuk dijadikan patokan guru dalam melakukan penilaian;
KKM yang ditetapkan disosialisaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, yaitu peserta didik, orang tua, dan dinas pendidikan;
KKM dicantumkan dalam LHB pada saat hasil penilaian dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik.
Minggu, 15 Maret 2015
PENGERTIAN BUDAYA ,KEBUDAYAAN,ADAT ISTIADAT,DAN KEBIASAAN
PENGERTIAN BUDAYA ,KEBUDAYAAN,ADAT ISTIADAT,DAN KEBIASAAN
Apakah Perbedaan Antara Kebudayaan , Budaya , Adat Istiadat ,dan Kebiasaan ?Sebelum kita mencari perbedaan diantara keempatnya maka kita wajib untuk mencari Pengertian atau definisi dari keempatnya .
PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan Berasal Dari Kata Sansekerta “BUDDHAYAH “ , yang merupakan bentuk jamak dari kata “BUDDHI” yang berarti budi atau akal. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan sebagai “hal-hal yang bersangkutan dengan budhi atau akal”
Culture, merupakan istilah bahasa asing yang sama artinya dengan kebudayaan, berasal dari kata latin “colere” yang berarti mengolah atau mengerjakan (Mengolah tanah atau bertani). Dari asal arti tersebut yaitu “colere” kemudian “culture” diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan merubah alam.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
PENGERTIAN BUDAYA
Budaya secara harfiah berasal dari Bahasa Latin yaitu Colere yang
memiliki arti mengerjakan tanah, mengolah, memelihara ladang
(menurutSoerjanto Poespowardojo 1993) Budaya adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan miliki diri manusia dengan cara belajar.
Budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia
PENGERTIAN ADAT ISTIADAT
Yang dimaksud dengan Adat Istiadat adalah aneka kelaziman dalam suatu negeri yang mengikuti pasang naik dan pasang surut situasi masyarakat.
Kelaziman ini pada umumnya menyangkut pengejawatahan unjuk rasa seni budaya masyarakat, seperti acara-acara keramaian anak negeri, seperti pertunjukan randai, saluang, rabab, tari-tarian dan aneka kesenian yang dihubungkan dengan upacara perhelatan perkawinan, pengangkatan penghulu maupun untuk menghormati kedatangan tamu agung.
Adat istiadat semacam ini sangat tergantung pada situasi sosial ekonomi masyarakat. Bila sedang panen baik biasanya megah meriah, begitu pula bila keadaan sebaliknya. Adat adalah gagasan kebudayaan yang terdiri dari nilai-nilai kebudayaan, norma, kebiasaan, kelembagaan, dan hukum adat yang lazim dilakukan di suatu daerah
PENGERTIAN KEBIASAAN
Tradisi (Bahasa Latin: traditio, "diteruskan") atau kebiasaan, dalam pengertian yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan, waktu, atau agama yang sama. Hal yang paling mendasar dari tradisi adalah adanya informasi yang diteruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun (sering kali) lisan, karena tanpa adanya ini, suatu tradisi dapat punah.
Definisi kebiasaan: sesuatu yang kamu lakukan secara periodik (present tense/saat ini). Dulunya, (past tense) hal itu nggak pernah kamu lakukan, tapi sekarang jadi ngelakukannya secara periodik.
Apakah Perbedaan Antara Kebudayaan , Budaya , Adat Istiadat ,dan Kebiasaan ?Sebelum kita mencari perbedaan diantara keempatnya maka kita wajib untuk mencari Pengertian atau definisi dari keempatnya .
PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan Berasal Dari Kata Sansekerta “BUDDHAYAH “ , yang merupakan bentuk jamak dari kata “BUDDHI” yang berarti budi atau akal. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan sebagai “hal-hal yang bersangkutan dengan budhi atau akal”
Culture, merupakan istilah bahasa asing yang sama artinya dengan kebudayaan, berasal dari kata latin “colere” yang berarti mengolah atau mengerjakan (Mengolah tanah atau bertani). Dari asal arti tersebut yaitu “colere” kemudian “culture” diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan merubah alam.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
PENGERTIAN BUDAYA
Budaya secara harfiah berasal dari Bahasa Latin yaitu Colere yang
memiliki arti mengerjakan tanah, mengolah, memelihara ladang
(menurutSoerjanto Poespowardojo 1993) Budaya adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan miliki diri manusia dengan cara belajar.
Budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia
PENGERTIAN ADAT ISTIADAT
Yang dimaksud dengan Adat Istiadat adalah aneka kelaziman dalam suatu negeri yang mengikuti pasang naik dan pasang surut situasi masyarakat.
Kelaziman ini pada umumnya menyangkut pengejawatahan unjuk rasa seni budaya masyarakat, seperti acara-acara keramaian anak negeri, seperti pertunjukan randai, saluang, rabab, tari-tarian dan aneka kesenian yang dihubungkan dengan upacara perhelatan perkawinan, pengangkatan penghulu maupun untuk menghormati kedatangan tamu agung.
Adat istiadat semacam ini sangat tergantung pada situasi sosial ekonomi masyarakat. Bila sedang panen baik biasanya megah meriah, begitu pula bila keadaan sebaliknya. Adat adalah gagasan kebudayaan yang terdiri dari nilai-nilai kebudayaan, norma, kebiasaan, kelembagaan, dan hukum adat yang lazim dilakukan di suatu daerah
PENGERTIAN KEBIASAAN
Tradisi (Bahasa Latin: traditio, "diteruskan") atau kebiasaan, dalam pengertian yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan, waktu, atau agama yang sama. Hal yang paling mendasar dari tradisi adalah adanya informasi yang diteruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun (sering kali) lisan, karena tanpa adanya ini, suatu tradisi dapat punah.
Definisi kebiasaan: sesuatu yang kamu lakukan secara periodik (present tense/saat ini). Dulunya, (past tense) hal itu nggak pernah kamu lakukan, tapi sekarang jadi ngelakukannya secara periodik.
Selasa, 04 November 2014
Tips Menghadapi anak "Bandel"
Tips Menghadapi anak "Bandel"
Saya pribadi tidak setuju dengan judul diatas karena cap atau label
nakal mudah sekali diberikan guru jika ia merasa tidak sanggup
mengendalikan perilaku siswanya. Siswa yang nakal kebanyakan akan
menanggung cap tersebut selama bertahun-tahun ia berada di sekolah yang
sama. Jika seorang anak mendapat cap nakal di tahun pertama ia
bersekolah maka lazimnya cap itu akan melekat terus.
Uniknya ukuran nakal tiap guru berbeda-beda. Bagi seorang guru yang
mengajar di sekolah yang berbasiskan agama maka semua anak ‘jalanan’
atau yang hidupnya di jalan akan dikatakan sebagai anak nakal. Tidak
heran karena di sekolah tsb segala perkataan anak dijaga dan
diperhatikan. Anak tidak boleh berkata kasar dan sebagainya. Sedangkan
untuk anak yang hidup di jalan, bahasa sehari-hari mereka memang
kata-kata yang menurut kita ‘kasar’ dan tidak pada tempatnya.
Dengan demikian mari sebagai pendidik mulai untuk mengurangi memberi
cap negatif. Karena cap negatif sangat relatif dan punya standar dan
ukuran berbeda.Hal yang bisa guru lakukan adalah mendekonstruksi kembali cap anak nakal.
Menurut saya tidak ada yang namanya anak nakal, yang ada adalah;
- anak yang kurang kasih sayang orang tua. Ia berulah negatif di kelas karena ia perlu perhatian. Bagi anak seperti ini, teriakan marah guru seperti ‘belaian’ dikupingnya karena dirumah ia bahkan jarang ada yang memperhatikan
- anak yang terkena bully dari saudara atau teman sepermainannya. Tipe anak seperti ini akan melakukan hal yang sama pada anak lainnya karena ia adalah ‘korban’ dan berusaha untuk membalas dendam
- anak yang kedua orang tuanya mengalami masalah perkawinan. Baginya kehidupan sudah tidak nyaman lagi. Kedua orang tua yang seharusnya melindungi sedang berkonflik hal ini yang menjadikannya tidak fokus saat di kelas dan menjadikannya biang onar di kelas.
Daftar diatas bisa bertambah lagi dengan sederet hal lain yang bisa dipandang sebagai penyebab dari ‘kenakalan seorang’ anak.
Jika di kelas anda ada anak yang berkategori nakal ini saran saya;
- stop ucapkan atau hentikan cap nakal pada anak tersebut. Katakan “saya pikir yang orang lain katakan tentang kamu itu tidak benar, menurut saya kamu lebih baik dari yang orang bilang” dengan demikian anak tersebut merasa ada orang yang masih percaya padanya.
- cari terus info lengkap mengenai latar belakang keluarga atau info apapun demi membuat anda jadi lebih pengertian dan sabar dalam menghadapi perilakunya
- tetap bersabar dan berdoa untuk anak tersebut. Ucapkan nama anak tersebut dalam doa ketika anda selesai beribadah, maka saat menghadapi ulahnya saya yakin guru akan dikaruniai kesabaran.
- Beri ia kepercayaan. Mulai dari yang kecil, biarkan ia membawakan barang-barang anda ke ruang guru sampai jadikan ia pemimpin dalam suatu kesempatan di kelas.
- Tangkap basah saat ia berbuat baik, puji ia saat itu juga, atau dengan tulisan dengan secarik kertas.
- Saat menegur katakan “minggu ini kamu sudah banyak kemajuan, kenapa sekarang kok berulah yang negatif lagi?’
- Katakan “saya bangga kamu bisa berubah’ bukan “saya senang kamu bisa berubah’. Jika anda katakan senang maka ia akan berubah demi menyenangkan anda sebagai gurunya. Sementara perasaan bangga dari guru murni terjadi karena guru bangga akan sikap yang muridnya perbuat.
- Katakan “saya percaya kamu pasti bisa memilih hal yang paling baik untuk diri mu sendiri dan bisa berubah’.
Menghentikan sikap anak yang negatif hanya bisa dimulai dengan strategi dengan menggunakan pendekatan hati.
Jika setahun bersama anda ia belum juga berubah percayalah di tahun berikutnya ia akan berubah, jika belum berubah juga percayalah bahwa ia akan ingat ada satu guru yaitu anda yang selalu percaya padanya.
Selanjutnya Saya Ucapkan terimakasih yang sudah menyempatkan waktunya berkunjung di blog saya, Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.
Salam Sahabat Pelangiku Micko Harmoko.....
Jika setahun bersama anda ia belum juga berubah percayalah di tahun berikutnya ia akan berubah, jika belum berubah juga percayalah bahwa ia akan ingat ada satu guru yaitu anda yang selalu percaya padanya.
Selanjutnya Saya Ucapkan terimakasih yang sudah menyempatkan waktunya berkunjung di blog saya, Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.
Salam Sahabat Pelangiku Micko Harmoko.....














































