Akan memberikan kesan positif atau negatif bagi siswa terhadap kelas yang diikutinya.
Tampilkan postingan dengan label KISAH INSPIRATIF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KISAH INSPIRATIF. Tampilkan semua postingan
Selasa, 17 Juli 2018
Menyambut Siswa Baru Kelas I SD Negeri Blukbuk 1 di Hari Pertama Masuk Sekolah
Menyambut Siswa Baru Kelas I SD Negeri Blukbuk 1 di Hari Pertama Masuk Sekolah
Akan memberikan kesan positif atau negatif bagi siswa terhadap kelas yang diikutinya.
Akan memberikan kesan positif atau negatif bagi siswa terhadap kelas yang diikutinya.
Jika kesannya positif, maka akan membawa pengaruh positif pula bagi siswa pada hari-hari berikutnya. Begitu pula, jika kesan pertama itu negatif, maka para siswa pun akan memandang nagatif pada kelasnya.
Salah Satu Dewan Guru SD Negeri Blukbuk 1, DINDA HAMIDAH Mempunyai Cara Sendiri Dalam Menyambut Siswa baru
DINDA HAMIDAH menyampaikan“ di hari pertama masuk sekolah” bagaimana caranya agar kita buat agar siswa merasa gembira, nyaman, bergairah di kelas itu. Tentunya dengan peran gurunya yang menyambut dengan penuh antusias, maka mereka akan senang berada di kelas itu.
Sebaliknya, jika hari-hari pertama itu siswa mendapatkan kesan yang negatif, gurunya cuek, teman-temannya tidak bersahabat, suasana lingkungan belajarnya juga tidak menyenangkan, maka kesan yang negatif tersebut akan berdampak negatif pada kehidupan siswa di kelas itu pada hari-hari berikutnya. Sebab itu hari-hari pertama masuk sekolah perlu disiapkan dengan baik.
Beliaupun memberikan Kesempatan pada siswa baru, Untuk maju kedepan satu persatu dan memperkenalkan namanya masing masing" dengan Tujuan membangkitkan kepercayaan diri Terutama Agar Mereka Berani.
Ibu Alipah pun melakukan hal sama, Ibu Alipah adalah Wali Kelas 2 SD Negeri Blukbuk 1, beliau memberikan Pertanyaan yang akrab agar siswa merasa nyaman dan senang karna dengan Perantian Wali kelas biasanya siswa merasa takut dan Canggung, maka itu Ibu Alipah punya cara tersendiri. Agar Siswa Tersebut tidak seperti apa yang mereka Pikirkan
Suasana seperti ini sangat menyenangkan bagi siswa. Setelah itu guru menyambut mereka dengan kata-kata yang bijak dan membangkitkan semangat, penuh keibuan. Ke akraban
Mereka adalah anak-anak kita, yang sangat memerlukan perhatian kita. Sambut mereka dengan bangga, dengan suka cita, sehingga anak-anak pun merasa senang, nyaman, dan merasa bangga akan dirinya, bahwa mereka disambut dengan begitu antusias oleh gurunya.
Jurnalis. Net. Miecko Harmoko
Acara Halal Bihalal SD Negeri BLUKBUK 1
Tradisi Acara halal bihalal yang
diselenggarakan di lapangan SDN BLUKBUK 1
Libur telah usai, aktivitas belajar mengajar pun kembali
digelar.
Namun hari ini terasa berbeda bagi siswa baru. Mereka juga tampak
didampingi oleh orang tua yang memadati halaman sekolah.
Hari pertama masuk sekolah, setelah libur Hari Raya Idul
Fitri, SD N Blukbuk 1 mengadakan acara Halal Bihalal. Halal bihalal merupakan
tradisi di lingkungan SD N Blukbuk 1, yang dilakukan sesudah hari lebaran antar
guru, dan seluruh siswa-siswi. Begitupun kami mengajak Para Wali Murid Untuk
mengikuti halal bihalal agar terciptanya Ke akraban Kerukunan antara sesama
Disamping itu kami juga Para Dewan guru memperkenalkan diri
masing masing Dalam menyambut Siswa baru
Dengan Tujuan
Pertama, khususnya pada hari pertama, kami memberikan kesan
yang menyenangkan bagi seluruh siswa, sehingga mereka memiliki perasaan positif
terhadap sekolahnya.
Kedua, kami mengajak mereka bisa saling menghormati, saling
menghargai, mengajak mereka agar bisa menjalin kekompakan di kelas itu,
menjalin kebersamaan, sehingga masing-masing individu akan merasa nyaman di
kelasnya.
Ketiga, kami memperkenalkan juga pada lingkungan kelas,
aturan-aturan yang akan diikuti oleh siswa, bagaimana mereka nanti akan belajar
di kelas itu dengan suasana yang tetap menyenangkan dan gembira.
Kegiatan ini tentu saja menjadi tradisi tahunan yang unik
dan tetap dipertahankan serta dilestarikan. Ini adalah refleksi ajaran islam
yang menekankan sikap persaudaraan, persatuan dan saling berbagi kasih sayang
di bulan syawal .
Dalam kenyataannya perjalanan hidup manusia selalu tidak
bisa luput dari dosa. Dosa yang paling sering dilakukan adalah kesalahan
terhadap sesama teman dan guru dikelas. Seperti : iri hati, saling becanda dan
menyakiti teman saat bermain. Halal bihalal merupakan peristiwa penting untuk
saling memaafkan baik perkataan dan perbuatan.
Dalam kaca mata islam, halal bihalal bertujuan untuk
menghormati sesama teman dalam bingkai silaturahmi. Halal bihalal dilihat dari
sisi silaturahmi dapat menjadi perantara untuk memperluas rezeki dan
memperpanjang umur sebagaimana sebuah hadis dari Abu Hurairah ra ia berkata
bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : “Barangsiapa yang ingin diluaskan
rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah bersilaturahmi.
Acara halal bihalal yang diselenggarakan di lapangan SDN
BLUKBUK 1 ini berlangsung dengan sangat hikmat.
Jurnalis.Net. Miecko Harmoko.
Senin, 28 Agustus 2017
Hukum menguap dan adab
Assalum'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh "
Sahabat Micko Channel
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa agama Islam agama yang sempurna. Tidak hanya mengurusi perkara-perkara yang besar, hal kecil yang terkadang ‘dilupakan’ oleh sebagian kaum muslimin pun diperhatikan oleh Islam. Bukan hanya permasalahan negara, akidah, dakwah dan ibadah saja yang telah dijelaskan oleh agama ini, namun hal ‘kecil’ seperti menguap pun ada petunjuknya, ada tuntunannya, ada adabnya, dan sepatutnya seorang muslim menaruh perhatian dengannya.
Siapa yang menerapkan hal ‘kecil’ tersebut berarti telah menghidupkan sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Allah subhanahu wa ta’ala akan melimpahkan pahala bagi siapa saja yang menghidupkan dan mengamalkan sunah nabi-Nya.
Perkara yang dianggap sepele, yang sudah menjadi kebiasaan kebayakan orang, padahal merupakan sebuah kekeliruan yang perlu diluruskan, adalah bersuara ketika menguap. Sepertinya sepele, tapi tunggu dulu sobat.
Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa setan itu tertawa bila mendengar seorang bersauara “haah” ketika menguap. Apalagi kalau sampai teriak ?!
Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ فَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يُشَمِّتَهُ وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِذَا قَالَ هَا ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ
“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Oleh karena itu bila salah seorang dari kalian bersin lantas dia memuji Allah, maka wajib atas setiap muslim yang mendengarnya untuk ber-tasymit kepadanya (mengucapkan “yarhamukallah”). Adapun menguap, maka dia dari setan, bila seorang menguap hendaklah dia menahan semampunya. Bila seorang menguap sampai keluar ucapan ‘haaah’, setan akan menertawainya.” (HR. Al-Bukhari no. 6223 dan Muslim no. 2994)
Inilah diantara adab yang perlu diperhatikan ketika menguap. Yaitu menahan semampunya, bila tidak mampu maka menutup mulut dengan tangan, kemudian adab selanjutnya adalah menahan suara ketika menguap
Salam Sahabat Micko Channel
Semoga bermanfaat
Sahabat Micko Channel
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa agama Islam agama yang sempurna. Tidak hanya mengurusi perkara-perkara yang besar, hal kecil yang terkadang ‘dilupakan’ oleh sebagian kaum muslimin pun diperhatikan oleh Islam. Bukan hanya permasalahan negara, akidah, dakwah dan ibadah saja yang telah dijelaskan oleh agama ini, namun hal ‘kecil’ seperti menguap pun ada petunjuknya, ada tuntunannya, ada adabnya, dan sepatutnya seorang muslim menaruh perhatian dengannya.
Siapa yang menerapkan hal ‘kecil’ tersebut berarti telah menghidupkan sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Allah subhanahu wa ta’ala akan melimpahkan pahala bagi siapa saja yang menghidupkan dan mengamalkan sunah nabi-Nya.
Perkara yang dianggap sepele, yang sudah menjadi kebiasaan kebayakan orang, padahal merupakan sebuah kekeliruan yang perlu diluruskan, adalah bersuara ketika menguap. Sepertinya sepele, tapi tunggu dulu sobat.
Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa setan itu tertawa bila mendengar seorang bersauara “haah” ketika menguap. Apalagi kalau sampai teriak ?!
Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ فَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يُشَمِّتَهُ وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِذَا قَالَ هَا ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ
“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Oleh karena itu bila salah seorang dari kalian bersin lantas dia memuji Allah, maka wajib atas setiap muslim yang mendengarnya untuk ber-tasymit kepadanya (mengucapkan “yarhamukallah”). Adapun menguap, maka dia dari setan, bila seorang menguap hendaklah dia menahan semampunya. Bila seorang menguap sampai keluar ucapan ‘haaah’, setan akan menertawainya.” (HR. Al-Bukhari no. 6223 dan Muslim no. 2994)
Inilah diantara adab yang perlu diperhatikan ketika menguap. Yaitu menahan semampunya, bila tidak mampu maka menutup mulut dengan tangan, kemudian adab selanjutnya adalah menahan suara ketika menguap
Salam Sahabat Micko Channel
Semoga bermanfaat
Kamis, 21 April 2016
Cara Mengetahui Karakter Orang Lewat Foto Profil Jejaring Sosial atau Facebook
Cara Mengetahui Karakter Orang Lewat Foto Profil Jejaring Sosial atau Facebook
Punya banyak teman di dunia maya dan belum pernah bertemu?
Kalian bisa mengetahui sifat dan karakter mereka berdasarkan foto profil di jejaring sosial. Hidup di zamanserba internet membuat kita berpeluang memiliki banyak teman di dunia maya. Berbagai macam media sosial mulai buatan luar negeri hinggal buatan lokal pun banyak bermunculan di dunia maya.
Anda yang hidup di tengah perkembangan jaman ini tentu memiliki akun dari setiap atau beberapa media sosial yang sedang marak di internet, bukan? Dengan akun-akun tersebut kita bisa memiliki teman baru meskipun tanpa bertatap muka.
Lalu bagaimana mengetahui sifat dan karakter mereka? Jangan khawatir. Anda bisa menebak karakter teman-teman Anda di dunia maya dengan melihat foto profilnya. Simak ulasannya berikut ini :
Foto Artis Idola
Orang yang menggunakan foto artis idolanya sebagai foto profil biasanya menunjukkan karakter tidak percaya diri, cenderung menutupi kehidupannya, suka berfantasi dan bermimpi, tapi lebih suka memendam mimpi-mimpinya.
Foto profil bertema kegelapan.
Nah, mereka inilah tipe orang yang sulit memahami keinginannya sendiri, dan cenderung suka melihat sesuatu yang berkaitan dengan penampilan. Bisa jadi mereka menunjukkan kehidupan suram mereka layaknya representasi dari foto profil yang mereka gunakan.
Foto Seksi
Orang yang menggunakan foto seksi dirinya sebagai foto profil adalah orang yang memiliki ketidak-pedean terhadap dirinya sendiri maupun hubungan cinta yang meraka miliki Mereka berusaha menutupi kekurangannya dengan sesuatu yang lebih menonjol. Kadang mereka memiliki sifat kekanakan sehingga merasa kesulitan mengurus urusan percintaannya.
Foto Bibir 'Bebek'
Pernah melihat foto seseorang dengan bibir dimajukan atau bebek? Orang-orang ini menampilkan sisi sensualitasnya yang berarti mereka merindukan adanya pasangan. Mereka adalah tipe orang yang sangat menyukai kontak fisik berupa pelukan, pegangan tangan, dan lain sebagainya.
Foto Candid / Tidak mengarah kekamera
Foto candid adalah foto orang yang diambil seolah-olah tanpa sepengetahuan objek. Jadi bisa dikatakan sebagai foto tanpa menatap kamera. Orang yang gemar memajang foto seperti ini merupakan tipe orang yang memiliki rasa percaya diri yang cukup, tegas, keras kepala, dan teguh pendirian.
Foto denganHewan Peliharaan
Anda pernah melihat teman Anda menggunakan foto bersama hewan peliharaan sebagai foto profilnya? Mereka inilah orang yang memiliki sifat melindungi, berhati hangat, dan saying keluarga. Tipe orang seperti ini bisa Ansa jadikan sebagai pendamping idaman.
Foto dengan Baju Pesta
Mereka adalah tipe orang yang sangat suka bergaul, melibatkan diri dengan banya orang, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, terbuka, mudah bersosialisasi, suka diperhatikan, dan suka menarik perhatian orang lain.
Foto Sedang Beraktivitas
Orang yang gemar memasang foto sedang beraktivitas adalah orang yang cenderung, kaku, terlalu serius, dan kurang peka dalam perasaan. Orang-orang seperti ini ingin menunjukkan kesibukannya melalui foto yang diunggah.
Sering Ganti Foto Profil
Teman Anda ada yang senang sekali menggangti foto profil? Mereka adalah orang yang mudah bosan, dan kurang teliti dengan pilihannya sendiri. Mereka sering tidak puas, selalu was-was, dan tidak percaya diri sehingga sering mengganti foto untuk mendapatkan komentar dan respon dari orang lain.
Foto Melihat Ke Arah kamera
ini menandakan bahwa dia ingin tampil dengan penampilan terbaiknya. Dia seorang yang perfeksionis dan Narsis. Dia juga sering bersosialisasi dengan orang lain.
Bagaimana? Cukup menarik, bukan? Tapi Anda tidak bisa menilai karakter hanya berdasarkan foto profil saja. Ada banyak cara untuk mengetahui kepribadian orang. Anda bisa menggunkaan referensi cara mengetahui karakter lainnya. Semoga bermanfaat.
Senin, 11 April 2016
Alkisah se orang kolongmerat yang sangat kaya raya menulis surat wasiat
Alkisah se orang kolongmerat yang sangat kaya raya menulis surat wasiat
“Barang siapa yang mau menemaniku selama 40 hari didalam kubur setelah aku mati nanti , akan aku wariskan separuh dari harta peninggalanku ”
Lalu ditanyakanlah hal itu kepada anak – anaknya, apakah mereka sanggup menjaganya didalam kubur nanti. Tetapi anak – anaknya menjawab “ mana mungkin kami sanggup menjaga ayah, karena pada saat itu ayah sudah menjadi mayat”
Ke esokan harinya, dipanggillah semua adik – adiknya, dan beliau kembali bertanya, “ Adik-adiku , sanggupkah di antara kalian menemaniku didalam kubur selama 40 hari setelah aku mati nanti ? kalau ada diantara kalian ada yang sanggup aku akan memberi setengah dari hartaku!!!”
Adik – adiknya menjawab “ Apakah kakak sudah gila? Mana mungkin ada orang yang sanggup menemani mayat selama itu didalam tanah”
Lalu dengan sedih hati Kolongmerat itu memanggil ajudanya, untuk menawarkan penawaran istimewanya keseluruh Negeri.
Akhirnya, sampai jugalah pada hari dimana kolongmerat tersebut kerahmatullah. Kuburanya dihias megah laksana peristirahatan termewah dengan semua perlengkapanya.
Pada waktu yang hampir bersamaan, Seseorang tukang kayu yang sangat miskin mendengar pengumuman wasiat tersebut.
Lalu tukang kayu itu tergesa – gesa segera datang kerumah konglongmerat tersebut untuk memberitahukan kepada ahli waris untuk kesanggupanya.
Keesokan harinya dikebumikanlah jenazah sang konglongmerat tersebut situkang kayu pun ikut turun kedalam liang lahat sambil membawa kampaknya. Karna hanya kampaklah harta yang paling berharga yang dimiliki si tukang kayu untuk bekerja mencari nafkah.
Setelah tujuh langkah para pengantar jenazah meninggalkan area pemakaman, datanglah malaikat mungkar dan nakir kedalam kubur tersebut.
Situkang kayu menyadari siapa yang datang, ia segera agak menjauh dari mayat konglongmerat, difikiran si tukang kayu… sudah tiba saatnyalah si konglongmerat akan diintrogasi oleh malaikat mungkar dan nakir.
Tapi yang terjadi malah sebaliknya, malaikat mungkar dan nakir menuju ke arahnya dan bertanya,
“ Apa yang kau lakukan disini ? ” situkang kayupun menjawab “Aku menemani mayat sikonglongmerat selama 40 hari untuk mendapatkan setengah dari harta warisanya”
Malaikatpun kembali bertanya, “ Apa saja harta yang kau miliki ?” situkang kayupun menjawab “Hanya kampak ini yang saya miliki untuk mencari nafkah”
Kemudian malaikat mungkar dan nakir bertanya lagi, “Dari mana kau dapatkan kampakmu itu ? ”
Situkang kayu menjawab, “ kampak ini aku dapat beli dari orang”
Lalu pergilah malaikat mungkar dan nakir itu dari dalam kubur tersebut
Dihari kedua malaikatpun datang kembali dan bertanya lagi sama si tukang kayu
“ Apa saja yang kau lakukan pada kampakmu itu ?”
Situkang kayupun menjawab, “ Kampak ini aku gunakan untuk menebang pohon, lalu aku jadikan kayu bakar untuk dijual kepasar”
Dihari ketiga malaikatpun datang kembali dan bertanya lagi sama si tukang kayu
“ Pohon siapa yang kau tebang dengan menggunakan kampakmu itu ?”
Situkang kayupun menjawab, “ Pohon yang aku tebang itu tumbuh dihutan, jadi engga ada yang punya”
Kata Malaikat, “Apa kau yakin……”
Kemudian malaikatpun menghilang….
Dihari keempat malaikat mungkar dan nakir datang kembali dan bertanya lagi sama si tukang kayu…
“ Apakah kau potong pohon-pohon tersebut dengan kampak itu sesuai ukuranya dan beratnya yang sama untuk dijual ?”
Dan situkang kayu menjawab, “ ia aku potong dengan di kira – kira saja, mana mungkin ukuranya bisa sama rata-rata”
Begitu terus yang dilakukan malaikat mungkar dan nakir datang dan pergi sampai tak tersa sudah 39 hari… dan yang ditanyakan masih berkisar Soal kampak tersebut…
Dan Dihari ke 40 malaikat mungkar dan nakir datang kembali dan si tukang kayu tiu ditanya kembali oleh malaikat mungkar dan nakir.
“ Malaikat mungkar dan nakirpun berkata, Hari ini kami akan kemabali bertanya masih tentang soal kampakmu itu!!”
Belum sempat malaikat mungkar dan nakir melanjutkan pertanyaan, Situkang itu melarikan diri ke atas dan membuka pintu kubur tersebut. Ternyata diluar sudah banyak orang yang menantikan kehadiran situkang kayu keluar dari dalam kubur tersebut.
Situkang kayu dengan tergesa – gesa keluar dan lari meninggal mereka sambil berteriak, “ Kalian ambil saja bagian harta warisan ini, karena aku tidak mau memiliki harta warisan itu……!!!
Sesampai dirumah, Si tukang kayu berkata pada Istrinya , “ Aku sudah tidak mengingkan separuh harta warisan dari mayat itu, Didunia ini harta yang aku miliki padahal Cuma kampak ini, Tetapi malaikat mungkar dan Nakir Selama 40 hari yang mereka tanyakan dan persoalkan masih saja diseputar kampak, terus bagaimana jadinya kalau hartaku begitu banyak, Entah berapa lama dan bagaimana aku menjawabnya”
Dari Ibnu Mas’ud RA dari Nabi Muhammad SAW. Bahwa beliau bersabda “ Tidak akan bergerak tapak kaki anak adam pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang 5 perkara . Yaitu umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya kemana dipergunakanya, hartanya dari mana ia memperolehnya dan kemana dibelanjakanya, ilmunya sejauh mana di amalkan… ( HR. TURMUDZI) ”
Sekian..... Terimakasih atas Kunjungan Sahabat - sahabat Pelangiku ... Jangan Lupa Sering - sering mampir diblog Pelangiku.... Salam Miecko Febriant
Sabtu, 12 Maret 2016
Kisah Seorang Nenek pemungut Daun
Kisah Seorang Nenek pemungut Daun
Kisah ini membuat bulu kuduk saya merinding. Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Allah swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Allah. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasulullah saw?
Insya Allah, Bermanfaat dan dapat dipetik Hikmahnya.
"Nenek Pemungut Daun"
Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan.
Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.
Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.
Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. "Jika kalian kasihan kepadaku," kata nenek itu, "Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya."
Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa.
Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.
Sekarang ia sudah meninggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.
"Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai," tuturnya. "Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya."
Nah itulah kisah inspiratif yang dapat kita petik hikmahnya...
Mudah - mudahan kita termasuk orang - orang yang beriman amin............
Jumat, 12 Februari 2016
Kisahku Untuk direnungkan
Cerita untuk direnungkan, sebenernya sudah lama saya ingin berbagi namun saya ragu dan enngan untuk posting artikel ini, karna mungkin ada aja yang tidak suka dengan artikel yang saya buat ini, tapi... iya sudahlah....lah... jelasnya tujuan saya ingin saling berbagi pengalaman ceritaku...
Saya berprofesi sebagai pengajar di salah satu sekolah Dasar Negeri, Pengabdian saya sudah 10 tahun lamanya, Namun saya masih Honor, yang tidak seberapa upah yang diterima saya, Tapi saya selalu berusaha untuk bisa bersyukur dengan Profesi saya saat ini. Dengan keadaan saya yang terbatas saya mencoba untuk mencari sampingan tambahan untuk menafkahi anak dan istri saya dengan ikut ke salah satu teman saya, berjualan kambing untuk Qurban, pada hari itu ada Seorang lelaki datang umurnya diperkirakan antara 30 tahun dia memperhatikan dagangan saya. Dilihat dari penampilannya sepertinya tidak akan mampu membeli. Namun tetap saya coba hampiri dan menawarkan kepadanya, “Permisi Silahkan kang…”, lantas lelaki itu menunjuk salah satu kambing termurah sambil bertanya,”kalau yang itu berapa ya kang…..?”.




























